FT Unhas Gandeng PT Tri Nur Global Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran dan P3K
GOWA – Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT UNHAS) mengambil langkah proaktif dalam mitigasi risiko bencana di lingkungan kampus dengan menyelenggarakan pelatihan dan simulasi tanggap darurat. Kegiatan yang bertajuk "Pelatihan Dasar-Dasar Damkar, BHD, PPGD & EPR serta Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran" ini dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025, bertempat di area Workshop Office FT UNHAS.
Bekerja sama dengan PT Tri Nur Global, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel kampus memahami prosedur evakuasi, mahir menggunakan alat pemadam api (APAR dan Hydran), serta mampu berkoordinasi secara efektif saat kondisi darurat.
Pelatihan Komprehensif untuk Kesiapsiagaan
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09:00 hingga 14:30 WITA ini melibatkan 50 peserta yang terdiri dari Tim Tanggap Darurat (TTD), petugas keamanan, pemandu jalur evakuasi, dosen, mahasiswa, hingga staf administrasi. Peserta diberikan pembekalan materi serta praktik langsung yang mencakup:
- Dasar-Dasar Damkar: Teknik pemadaman api awal.
- BHD & PPGD: Bantuan Hidup Dasar dan Penanganan Penderita Gawat Darurat bagi korban luka bakar maupun patah tulang.
- EPR (Emergency Preparedness and Response): Manajemen dan prosedur kesiapsiagaan darurat.
Skenario Simulasi: Uji Kecepatan dan Ketepatan
Dalam simulasi tersebut, skenario dimulai dengan bunyi alarm pada pukul 13:15 WITA. Tim TTD segera mengarahkan seluruh warga kampus menuju Titik Kumpul (Assembly Point). Tercatat, total waktu evakuasi hingga pemadaman api pada dua titik berhasil diselesaikan dalam waktu 15 menit 19 detik.
Tim medis juga mendemonstrasikan penanganan terhadap korban luka bakar di ruang rapat dan korban patah tulang di area workshop. Korban diberikan pertolongan pertama (First Aid) sebelum disimulasikan untuk dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Evaluasi dan Prestasi
Laporan kegiatan mencatat beberapa pencapaian penting, di antaranya seluruh anggota TTD mampu mendemonstrasikan proses penanganan darurat dengan baik dan partisipasi aktif dari seluruh karyawan.
Namun, terdapat beberapa catatan untuk perbaikan ke depan, seperti:
- Perlunya peningkatan respons peserta dan koordinasi tim melalui penggunaan HT.
- Pentingnya pemeliharaan infrastruktur keselamatan, termasuk perbaikan kebocoran tangki air dan penggantian valve hydran yang rusak.
- Saran untuk segera menyusun Surat Keputusan (SK) Tim Tanggap Darurat FT-UH dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih matang.